Monday, December 31, 2012

366 of 366

hellloooooooo!
today's the last day of 2012, and I feel like... so what?
except the truth that my year-end-holiday's are gonna end soon, I feel like... so what, even I don't want this day came too soon. I feel like I'm tired suddenly, feel like I don't want wake up for the next morning because I know I have to go to college and what you called it... umm.. face the truth. yeah, face the hell reality.

this holiday literally meant something to me, even I wasn't going anywhere but home, but having some quality time of sleeping is more than enough. like I had been having 4 months no-sleep, no-family-time, no-dvds, no-comics, and then here's my limited holiday. 10-days-off are like a gift to me. holiday was simply wake-up-at-9am, no-bath-till-my mom-asked-so, sleep-over-midnight-without-worrying-about-the-next-day, doing-nothing-for-a-whole-day, and being-in-no-problem-world.

what? I know it sounds ridiculous and hyper, but just trust me. and here's this day comes, seems I should say goodbye to holiday, for a while :'

and there's new year's eve.
2012 has made me so strong mother fucker. tears, laughs, curiosities, anxiousness, have been shared by this year. I really learn how to live, even the way seems not as easy as I thought, changes needed, I think I can pull it through. I thought that being mature is not as simply as added your age by the birthday, but the way you see something is defined you the most. I learned  that waiting is not always bad, that silent is not always gold, that not all people we know we can trust, that friendship won't end by the simply graduation, that being what you are is enough wherever you are.
well, I don't make resolutions for new year's eve like I used to. I think I have so many things to be fixed in the next year. my one and only resolution is, given a lot patients by Allah so I can do better in the next year. amin.

get it right.

What have I done? I wish I could run.
Away from this ship going under
Just trying to help, hurt everyone else
Now I feel the weight of the world is On my shoulders

What can you do when your good isn't good enough?
When all that you touch tumbles down? 'Cause my best intentions keep making a mess of things
I just want to fix it somehow
But how many times will it take? Oh, how many times will it take for me?
To get it right

Can I start again with my faith shaken?
'Cause I can't go back and undo this
I just have to stay and face my mistakes
But if I get stronger and wiser, I'll get through this

What can you do when your good isn't good enough?
When all that you touch tumbles down? 'Cause my best intentions keep making a mess of things
I just wanna fix it somehow But how many times will it take? Oh, how many times will it take for me?
To get it right

So I throw up my fist, throw a punch in the air
And accept the truth, that sometimes life isn't fair
Yeah, I'll send down a wish Yeah, I'll send up a prayer
And finally, someone will see How much I care

What can you do when your good isn't good enough?
When all that you touch tumbles down? 'Cause my best intentions keep making a mess of things
I just wanna fix it somehow But how many times will it take? Oh, how many times will it take for me?
To get it right

Tuesday, December 25, 2012

menurut saya.


Menyatukan 177 cara berpikir memang tidaklah mudah. Kami datang dari background kehidupan yang berbeda-beda. Jadi bukan hal yang aneh ketika terjadi perbedaan pendapat ketika menghadapi sebuah masalah atau ketika diberi sebuah tugas. Yang menjadi masalah bukanlah perbedaan-perbedaan di antara kami, karena menurut saya, perbedaan itu adalah hal yang wajar. Namun ketika saya menjadi penanggungjawab sebuah acara, saya merasa bahwa perbedaan-perbedaan itu bisa merusak kami kapanpun. Setiap orang ingin berbicara. Setiap orang ingin berada di depan. Semua orang ingin terlihat. Namun hanya segelintir yang benar-benar melakukan apa yang mereka ucapkan. Ketika si juru bicara salah karena dianggap terlalu aktif dan ketika si pendiam tetap merasa aman di posisi mereka tanpa menyuarakan apa yang mereka inginkan. Saya kecewa. Seolah-olah saya sendiri di sebuah tempat yang sangat ramai. Dan menurut saya, ini bukan pertama kalinya mereka melakukannya. Menurut saya, sudah terlalu banyak ide-ide yang dikemukakan namun berakhir dengan omongan belaka.
Saya sering mendapati diri saya menangis akhir-akhir ini. Saya bertanya pada diri saya, sebenarnya apa ada yang salah dengan diri saya? Menurut saya ini situasi yang sangat sulit bagi kami semua. Menurut saya, mengapa ini semua terjadi adalah karena kurangnya rasa percaya di antara kami semua. Meskipun ketika bertemu biasa saja, bertegur sapa dan tersenyum, namun ketika mereka menulis, semua menjadi jelas. Banyak yang membicarakan satu sama lain. Banyak yang mengeluh tentang yang lain. Tidak salah sebenarnya, karena kami juga kurang tersedianya tempat untuk mengutarakan pendapat. Dan ada ketika pendapat sudah diutarakan, pendapat-pendapat tersebut cenderung tidak didengarkan dan dibiarkan saja. Mungkin itu yang membuat teman-teman jadi malas berpendapat lagi.
Dengan adanya masalah-masalah mendasar seperti itu, tentu saja jalannya acara ini menjadi terganggu. Di tambah lagi dengan adanya acara-acara lain yang membuat kami tidak fokus pada acara ini dan tidak maksimal ketika mengeksekusinya. Ada saja yang kurang, ada saja yang belum dipersiapkan. Dan hasilnya, acara ini mengecewakan banyak orang, terutama teman-teman yang menyempatkan waktunya untuk datang. Dan saya, sebagai penanggungjawab, merasa sangat kecewa pada diri saya sendiri. Saya cukup memiliki waktu namun saya tidak menggunakannya dengan bijaksana untuk mempersiapkan acara ini.
Seiring dengan selesainya acara yang saya bawahi, saya berpikir bahwa masalah ini telah selesai. Saya tidak perlu menghadapi orang-orang itu dalam keadaan di bawah tekanan. Saya tidak perlu menaikkan tekanan darah saya ketika saya berbicara atau meminta bantuan mereka. Namun seperti biasa, semua tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Hingga saat ini pun, saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Karena menurut saya, ini bukan masalah saya pribadi yang tidak perlu menyeret orang lain di dalamnya, namun ini adalah masalah kami, dan kamilah yang harus menyelesaikan nya.
Menurut saya, kunci penyelesaian masalah ini adalah mulai merubah diri sendiri dan beradapatasi untuk orang lain. Belajar percaya orang lain, belajar mengerti sudut pandang dan cara berpikir mereka, belajar mendengarkan, belajar bertanggungjawab atas apa yang kita janjikan, dan belajar berkomitmen. Dimulai dari satu orang, dimulai dari diri saya, untuk berubah dan menjadi lebih baik. Mungkin tidak dapat langsung menyelesaikan masalah ini, namun bisa mengubah diri saya menjadi pribadi yang dewasa dan lebih bijaksana dalam menanggapi suatu masalah. Dan ketika 176 orang yang lainnya memutuskan hal yang sama, tak ada hal yang tak bisa kita lakukan.
  
"Friend is someone you can trust and admits you whatever you are" 

Tuesday, December 18, 2012

trd.

I'm tired.
Too tired to say "I'm tired".

I'm tired of denial.
I'm tired of untrustworthy words.
I'm tired of big-mouthed people.
I'm tired of supporting words.
I'm tired of reminding people.
I'm tired of feeling alone in the middle of the crowd.
I'm tired of being the one who understands.
I'm tired of being the one who wants to change.
I'm tired of being the one who wants to cheer people up.
I'm tired of being the one who wants it so badly.
I'm tired of being the one who thinks about it.
I'm tired of crying unreasonable.
I'm tired of looking for more excuses.
I'm tired of listening their excuses, but no one's mine.
I'm tired of needing 'home'.
I'm tired of being afraid.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.
I'm tired.

I. Need. Some. Times.
please? :'(