Monday, June 22, 2015

DAY #1

Hari pertama kerja praktek yang kutunggu-tunggu datang..
Tidak terasa sudah beberapa bulan yang lalu ketika saya dan teman satu kelompok saya, Indi, mengirimkan proposal untuk kerja praktek, dan hari ini kami berdiri di depan gedung yang diberi nama Medco Building ini. Medco Building merupakan pusat dari Medco Group yang memiliki beberapa anak perusahaan seperti Bank Woori Saudara, Multifab, dan Medco Agro. Saat kami tiba di ibukota beberapa hari yang lalu, kami sempat melewati gedung yang terletak di Jalan Ampera Raya ini, namun tidak begitu memperhatikan hanya tulisan merah MEDCO yang berdiri kokoh di pintu masuk.

Pertama kali saya tiba, yang mencuri perhatian saya adalah bagaimana setiap karyawan memberikan layanan yang sangat apik, baik untuk calon-calon tamunya, maupun ke sesama karyawan. Saya dan teman satu kelompok saya, Indi, dibantu menyeberang jalan oleh beberapa orang petugas keamanan gedung yang sudah bersiap siaga dari pagi hari. Kemudian kami menyampaikan maksud kedatangan kami kemari sebagai salah satu peserta magang yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang ingin bertemu denga Bu Dewi atau Bu Wiwid dari Human Resource Department (HRD) yang memang dari awal telah berkomunikasi dengan kami perihal magang di kantor ini. Kemudian petugas mempersilahkan kami untuk menunggu di ruang tunggu karena sepertinya beberapa karyawannya belum datang. Pada saat itu pukul 8 pagi hari. Sekitar satu jam setelahnya, kami dipersilahkan untuk naik ke lantai 2 Gedung III dan kemudian menunggu di ruang tunggu Human Resource Department (HRD). Dari sana kami mendapatkan informasi bahwa Bu Dewi sedang keluar kota, sedangkan Bu Wiwid masih sibuk, sehingga resepsionis mempersilahkan kami untuk menunggu terlebih dahulu.

Bersamaan dengan kami menunggu, kami diminta untuk mengisi 4 lembar formulir yang merupakan prosedur pada saat proses recruitment untuk karyawan baru. Jujur saja, saya tidak begitu mengerti, dan meskipun kami telah menyampaikan ke bagian resepsionis bahwa kami adalah calon pekerja magang, kami tetap dipersilahkan untuk mengisi formulir-formulir tersebut. Alhasil, ada beberapa yang tidak kami isi karena tidak cukup relevan, misalnya seperti riwayat pekerjaan. Selain kami berdua, terdapat juga 2 orang lainnya yang sepertinya merupakan calon karyawan yang memang “berkewajiban” mengisi formulir tersebut.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya muncullah orang yang memperkenalkan diri kepada kami dengan nama Ayik. Kami memanggilnya Mbak Ayik. Setelah beberapa saat berbasa-basi, Mbak Ayik menceritakan bahwa Bu Wiwid masih sibuk dan kita kemudian akan diantarkan ke Departemen IT. Kami berasumsi bahwa di sanalah kami nantinya akan ditempatkan selama kerja praktek di perusahaan ini. Setelah menunggu, kami dipersilahkan untuk ke bagian departemen IT yang berada di lantai 3. Ketika sampai di sana, ruangan yang berada di ujung koridor dan sedikit ke pojok letaknya tersebut terkesan lebih santai dibandingkan dengan ruangan yang lain. Terdapat 6 meja dalam ruangan tersebut, 4 sudah berpenghuni, dan 2 lainnya adalah calon-calon meja yang akan kami gunakan untuk kurang lebih 2 bulan kedepan. Sembari menunggu kepala departemen, kami berkenalan dengan orang-orang yang ada di ruangan tersebut, ada Pak Putra, Pak Firdi, Mas Ghanar, dan Mas Wawan. Mas Ghanar bercerita di bagian IT atau yang di perusahaan Medco disebut Information Services Department, terdapat 4 orang staff, yaitu selain dirinya, ada Pak Putra dan Pak Firdi yang telah berkenalan dengan kami sebelumnya, dan satu lagi adalah Pak Donald yang saat ini sedang berada di luar kota. Sedangkan Mas Wawan adalah staff “special” di departemen ini karena Mas Wawan bisa membuatkan minuman juga untuk karyawan yang lain.

Sebelum jam istirahat, kami akhirnya bertemu dengan supervisor kami yang bernama Pak Rosa Sanjaya, atau yang akrab disebut dengan Pak Jay. Di Medco Holding, beliau merupakan Kepala yang juga merupakan bagian dari Elganet. Kami dijelaskan oleh Pak Jay bagaimana Medco secara umum dan bagaimana keterkaitannya dengan Elganet yang merupakan penanggung jawab IT yang digunakan oleh Medco Holding. Setelah itu kami juga dijelaskan mengenai tugas kami yang harus kami selesaikan ketika melakukan tugas praktek di sini. Tugas yang diberikan juga merupakan hasil diskusi dengan kami berdasarkan bidang minat yang kami ingin tekuni. Tugas diberikan kepada kami adalah membuat review atau evaluasi kinerja dari sistem informasi keuangan yang digunakan oleh Medco karena akan diadakannya pengembangan ulang untuk sistem tersebut. Sehingga dari kerja praktek yang kami lakukan, diharapkan sebuah rekomendasi yang dapat diberikan untuk pengembangan sistem informasi keuangan yang baru. Pengerjaan review tersebut dicocokkan dengan waktu tugas praktek kami di Medco.

Setelah makan siang, kami diajak berkeliling oleh Pak Jay dan diperkenalkan ke semua karyawan lain yang berada di tempat saat itu. Seusai berkenalan, kami kembali ke ruang departemen TI dan menghabiskan sisa waktu kerja tersebut dengan browsing dan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai Medco Group sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh Pak Jay sebelumnya. Kami juga mulai mengobrol dengan teman-teman karyawan lain ketika sore itu mengalun dengan cepat hingga pukul 5 lebih 10 menit, dan kami berpamitan kepada teman-teman untuk pulang terlebih dahulu.

PS: Jam kantor berakhir pukul 17.00

Sunday, October 19, 2014

Friday, June 13, 2014

Kau berada.

Kehidupan kuliah hanya sepenggal cerita dari kehidupan, bak bumi di alam semesta bak sel di sebuah tubuh, kecil namun sangat berarti. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak menentukan jalan yang akan diambil di sebuah persimpangan. Bukan hanya satu atau dua persimpangan, namun tak terhingga. Terlalu banyak pelajaran yang bisa didapat, sehingga kadang terlewatkan yang mana adalah pelajaran yang sangat penting. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak memilih buah berkulit tebal yang tak tahu bagaimana keadaan dalamnya. Namun jika kita tidak menentukan pilihan, kita tak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya. Kemudian semakin lama semakin banyak yang menghampirimu, untuk menanyakan keberadaanmu. Lalu kita harus jawab apa? Memangnya dimana aku berada? Sudah cukup waktu yang dihabiskan untuk menimba berbagai ilmu, sudah cukup banyak kelas yang diikuti, namun tetap saja tak cukup untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Solusinya adalah dengan mudahnya meyakinkan diri bahwa nanti pertanyaan itu akan terjawab sendiri. Tapi apakah benar nanti akan terjawab? Tidak tahulah, liat nanti saja.
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu yang memisahkan diri kita sekarang dengan jawaban yang masih tak tentu dimensi ruang dan waktunya? Memberikan kontribusi saja. Karena kata mereka kontribusi bisa memberikan petunjuk dimana jawabanmu berada. Lalu apakah melakukan kontribusi tapi masih saja dicaci maki tetap bisa mendapatkan jawaban? Bukannya kontribusi itu tidak penting, namun apakah hatimu bahagia karena kontribusi? Mungkin.
Setelah lama menyelam, tentu kau akan tahu nama-nama ikan di laut. Setelah lama kau berada di suatu lingkungan, kau akan tahu budaya yang hidup di dalamnya. Dan kau kemudian tahu. Maka diputuskanlah sebuah jawaban dalam bentuk keinginan. Dan kau tentu akan berusaha sekeras baja penghacur bangunan-bangunan kokoh, menghiraukan kawan, membunuh waktu, meneteskan keringat, meninggalkan jejak, merasakan duri, namun tak terpikir sepersekian detik pun untuk kau memutuskan berhenti. Hanya untuk mencari jawaban, "memangnya dimana kau berada?".
Sebaik dan semulia apapun niatmu, kau tetap tidak pernah berhenti. Namun kau tak pernah mengerti, bahwa jawaban yang kau cari bukanlah jawaban yang ingin kau ketahui. Karena seberat apapun usaha yang kau lakukan, lebih banyak dari mereka yang melakukannya dengan lebih baik. Atau karena memang sudah menjadi yang paling baik..
Lalu kau sadar, jawaban yang kau cari tidak sesuai dengan yang kau inginkan. Lalu kau berada dimana sekarang?

Tuesday, April 8, 2014

Do I Remember It?

I've wondered, "what's wrong with me, what did I do, what do I do?", nothing's wrong I said to myself. But why so hard to me to have my people. my people, people who I can trust the most, people who I can depend on, people who I can be myself without pretending and fake smile when I'm around them. Because the more I think and the more I want them, the more they disappoint me, and as time goes by, I trust a little less and a little less, and that's suck. If there's nothing I do wrong, then is it just who always act like that? Or am I just not good enough to deserve their loyalty, their time, their struggle? Astaghfirullah, may Allah give His patience for me. While I gave them my time and my trust, they let me down. Remember it as life lessons, that people come and go, that you're not supposed trust to everybody because clearly they don't deserve it. And remember that what goes around comes around. That they will not get as good as I get. Just do good deeds, no matter what people do or think, because Allah always sees and hears and remembers...

Monday, March 31, 2014

Dreaming With A Broken Heart by John Mayer

When you're dreaming with a broken heart
The waking up is the hardest part
You roll outta bed and down on your knees
And for a moment you can hardly breathe
Wondering, "Was she really here?
Is she standing in my room?"
No she's not, 'cause she's gone, gone, gone, gone, gone....

When you're dreaming with a broken heart
The giving up is the hardest part
She takes you in with her crying eyes
Then all at once you have to say goodbye
Wondering, "Could you stay my love?
Will you wake up by my side?"
No she can't, 'cause she's gone, gone, gone, gone, gone....

Now do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my, roses in my hand?
would you get them if I did?
No you won't, 'cause you're gone, gone, gone, gone, gone....

When you're dreaming with a broken heart
The waking up is the hardest part

Sunday, January 19, 2014

Monday, January 13, 2014

terlalu banyak tanda tanya?

bukankah lucu bagaimana otak kecilmu bisa mempengaruhi kinerja seluruh tubuhmu?
bagaimana zat-zat kimia mengalir di darahmu dan mempengaruhi seluruh inderamu?
yang awalnya bahagia kemudian menjadi sedih?
yang tadinya tertawa lalu menangis?
yang dulunya percaya kemudian membenci?
yang kemarin nyaman lalu hari ini bosan?
kemudian aku bertanya, lalu selanjutnya apa?
bertemu dengan orang-orang baru namun kemudian berpisah jalan?
menyebutnya pertemanan tapi tidak menerima kekurangan masing-masing?
hanya menyapa karena berguna dan membutuhkan?
tertawa bersama karena suatu keharusan?
pengorbanankah?
mungkinkah?
egoiskah?
benarkah?
?
??
???
????
??????
puas??????


Wednesday, January 1, 2014

colours by electric wave bureau


Blue is where I want to be
When I'm down I'm in the sea
Looking up at monsters in the clouds.
Reds the colour when you dead
If you find me gone I'm just in bed
Reading up on fairy tales instead.

Now I Know so many things
Got feet and I got wings
To carry me back home
To my house just make of bricks
Well that's just such a fix to ever hold me down

White is what I was to start
Broken by my open heart
Falling down and falling up again.
Black is white the other way
Paradise is in the grey
All my colours mixing up again

Now I know so many things
Got feet and I got wings
To carry me back home
To my house just made of bricks
Well that's just such a fix to ever hold me down

Now I know so many things
Got feet and I got wings to carry me back home
To my house just made of bricks
Well that's just such a fix to ever hold me down

some thoughts, offense taken.

it's been a while I'm away from blogger, and this is the very first post in 2014, hope this year ahead is gonna be nice for all of us! :)
and I'm here to write something that already in mind for a while. about how people behave, about what people talk, about what people write. remember all those time back a year, nothing's good when I'm back there. but nowadays isn't getting better either. I mean, I don't regret anything, it just makes me think, what did I do wrong? what did we do wrong?
you know, when you're asked, what possibly situation that makes you happy the most, I'm gonna answer, when people have faith in me. but in a meantime, I'm thinking, I trust a little less, a little less, a little less, and that sucks. people aren't always as good as you think of them. it makes me sad. why people need to write anything they come in mind in their facebook wall, in their timeline, rather than talk face-to-face? are we bad enough till people don't want talk to us? no, it's not that. it's because they don't trust us anymore..

shut it, y'all, I even can tell what you wanna say from your eyes. those disgusts, shames, powerless, you blamed us, don't you? why don't just accept that we're not alike and we don't want to be like you?
and remember, you want us to change, why don't you change yourselves?

Tuesday, November 12, 2013