Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Monday, June 22, 2015

DAY #1

Hari pertama kerja praktek yang kutunggu-tunggu datang..
Tidak terasa sudah beberapa bulan yang lalu ketika saya dan teman satu kelompok saya, Indi, mengirimkan proposal untuk kerja praktek, dan hari ini kami berdiri di depan gedung yang diberi nama Medco Building ini. Medco Building merupakan pusat dari Medco Group yang memiliki beberapa anak perusahaan seperti Bank Woori Saudara, Multifab, dan Medco Agro. Saat kami tiba di ibukota beberapa hari yang lalu, kami sempat melewati gedung yang terletak di Jalan Ampera Raya ini, namun tidak begitu memperhatikan hanya tulisan merah MEDCO yang berdiri kokoh di pintu masuk.

Pertama kali saya tiba, yang mencuri perhatian saya adalah bagaimana setiap karyawan memberikan layanan yang sangat apik, baik untuk calon-calon tamunya, maupun ke sesama karyawan. Saya dan teman satu kelompok saya, Indi, dibantu menyeberang jalan oleh beberapa orang petugas keamanan gedung yang sudah bersiap siaga dari pagi hari. Kemudian kami menyampaikan maksud kedatangan kami kemari sebagai salah satu peserta magang yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang ingin bertemu denga Bu Dewi atau Bu Wiwid dari Human Resource Department (HRD) yang memang dari awal telah berkomunikasi dengan kami perihal magang di kantor ini. Kemudian petugas mempersilahkan kami untuk menunggu di ruang tunggu karena sepertinya beberapa karyawannya belum datang. Pada saat itu pukul 8 pagi hari. Sekitar satu jam setelahnya, kami dipersilahkan untuk naik ke lantai 2 Gedung III dan kemudian menunggu di ruang tunggu Human Resource Department (HRD). Dari sana kami mendapatkan informasi bahwa Bu Dewi sedang keluar kota, sedangkan Bu Wiwid masih sibuk, sehingga resepsionis mempersilahkan kami untuk menunggu terlebih dahulu.

Bersamaan dengan kami menunggu, kami diminta untuk mengisi 4 lembar formulir yang merupakan prosedur pada saat proses recruitment untuk karyawan baru. Jujur saja, saya tidak begitu mengerti, dan meskipun kami telah menyampaikan ke bagian resepsionis bahwa kami adalah calon pekerja magang, kami tetap dipersilahkan untuk mengisi formulir-formulir tersebut. Alhasil, ada beberapa yang tidak kami isi karena tidak cukup relevan, misalnya seperti riwayat pekerjaan. Selain kami berdua, terdapat juga 2 orang lainnya yang sepertinya merupakan calon karyawan yang memang “berkewajiban” mengisi formulir tersebut.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya muncullah orang yang memperkenalkan diri kepada kami dengan nama Ayik. Kami memanggilnya Mbak Ayik. Setelah beberapa saat berbasa-basi, Mbak Ayik menceritakan bahwa Bu Wiwid masih sibuk dan kita kemudian akan diantarkan ke Departemen IT. Kami berasumsi bahwa di sanalah kami nantinya akan ditempatkan selama kerja praktek di perusahaan ini. Setelah menunggu, kami dipersilahkan untuk ke bagian departemen IT yang berada di lantai 3. Ketika sampai di sana, ruangan yang berada di ujung koridor dan sedikit ke pojok letaknya tersebut terkesan lebih santai dibandingkan dengan ruangan yang lain. Terdapat 6 meja dalam ruangan tersebut, 4 sudah berpenghuni, dan 2 lainnya adalah calon-calon meja yang akan kami gunakan untuk kurang lebih 2 bulan kedepan. Sembari menunggu kepala departemen, kami berkenalan dengan orang-orang yang ada di ruangan tersebut, ada Pak Putra, Pak Firdi, Mas Ghanar, dan Mas Wawan. Mas Ghanar bercerita di bagian IT atau yang di perusahaan Medco disebut Information Services Department, terdapat 4 orang staff, yaitu selain dirinya, ada Pak Putra dan Pak Firdi yang telah berkenalan dengan kami sebelumnya, dan satu lagi adalah Pak Donald yang saat ini sedang berada di luar kota. Sedangkan Mas Wawan adalah staff “special” di departemen ini karena Mas Wawan bisa membuatkan minuman juga untuk karyawan yang lain.

Sebelum jam istirahat, kami akhirnya bertemu dengan supervisor kami yang bernama Pak Rosa Sanjaya, atau yang akrab disebut dengan Pak Jay. Di Medco Holding, beliau merupakan Kepala yang juga merupakan bagian dari Elganet. Kami dijelaskan oleh Pak Jay bagaimana Medco secara umum dan bagaimana keterkaitannya dengan Elganet yang merupakan penanggung jawab IT yang digunakan oleh Medco Holding. Setelah itu kami juga dijelaskan mengenai tugas kami yang harus kami selesaikan ketika melakukan tugas praktek di sini. Tugas yang diberikan juga merupakan hasil diskusi dengan kami berdasarkan bidang minat yang kami ingin tekuni. Tugas diberikan kepada kami adalah membuat review atau evaluasi kinerja dari sistem informasi keuangan yang digunakan oleh Medco karena akan diadakannya pengembangan ulang untuk sistem tersebut. Sehingga dari kerja praktek yang kami lakukan, diharapkan sebuah rekomendasi yang dapat diberikan untuk pengembangan sistem informasi keuangan yang baru. Pengerjaan review tersebut dicocokkan dengan waktu tugas praktek kami di Medco.

Setelah makan siang, kami diajak berkeliling oleh Pak Jay dan diperkenalkan ke semua karyawan lain yang berada di tempat saat itu. Seusai berkenalan, kami kembali ke ruang departemen TI dan menghabiskan sisa waktu kerja tersebut dengan browsing dan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai Medco Group sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh Pak Jay sebelumnya. Kami juga mulai mengobrol dengan teman-teman karyawan lain ketika sore itu mengalun dengan cepat hingga pukul 5 lebih 10 menit, dan kami berpamitan kepada teman-teman untuk pulang terlebih dahulu.

PS: Jam kantor berakhir pukul 17.00

Friday, June 13, 2014

Kau berada.

Kehidupan kuliah hanya sepenggal cerita dari kehidupan, bak bumi di alam semesta bak sel di sebuah tubuh, kecil namun sangat berarti. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak menentukan jalan yang akan diambil di sebuah persimpangan. Bukan hanya satu atau dua persimpangan, namun tak terhingga. Terlalu banyak pelajaran yang bisa didapat, sehingga kadang terlewatkan yang mana adalah pelajaran yang sangat penting. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak memilih buah berkulit tebal yang tak tahu bagaimana keadaan dalamnya. Namun jika kita tidak menentukan pilihan, kita tak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya. Kemudian semakin lama semakin banyak yang menghampirimu, untuk menanyakan keberadaanmu. Lalu kita harus jawab apa? Memangnya dimana aku berada? Sudah cukup waktu yang dihabiskan untuk menimba berbagai ilmu, sudah cukup banyak kelas yang diikuti, namun tetap saja tak cukup untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Solusinya adalah dengan mudahnya meyakinkan diri bahwa nanti pertanyaan itu akan terjawab sendiri. Tapi apakah benar nanti akan terjawab? Tidak tahulah, liat nanti saja.
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu yang memisahkan diri kita sekarang dengan jawaban yang masih tak tentu dimensi ruang dan waktunya? Memberikan kontribusi saja. Karena kata mereka kontribusi bisa memberikan petunjuk dimana jawabanmu berada. Lalu apakah melakukan kontribusi tapi masih saja dicaci maki tetap bisa mendapatkan jawaban? Bukannya kontribusi itu tidak penting, namun apakah hatimu bahagia karena kontribusi? Mungkin.
Setelah lama menyelam, tentu kau akan tahu nama-nama ikan di laut. Setelah lama kau berada di suatu lingkungan, kau akan tahu budaya yang hidup di dalamnya. Dan kau kemudian tahu. Maka diputuskanlah sebuah jawaban dalam bentuk keinginan. Dan kau tentu akan berusaha sekeras baja penghacur bangunan-bangunan kokoh, menghiraukan kawan, membunuh waktu, meneteskan keringat, meninggalkan jejak, merasakan duri, namun tak terpikir sepersekian detik pun untuk kau memutuskan berhenti. Hanya untuk mencari jawaban, "memangnya dimana kau berada?".
Sebaik dan semulia apapun niatmu, kau tetap tidak pernah berhenti. Namun kau tak pernah mengerti, bahwa jawaban yang kau cari bukanlah jawaban yang ingin kau ketahui. Karena seberat apapun usaha yang kau lakukan, lebih banyak dari mereka yang melakukannya dengan lebih baik. Atau karena memang sudah menjadi yang paling baik..
Lalu kau sadar, jawaban yang kau cari tidak sesuai dengan yang kau inginkan. Lalu kau berada dimana sekarang?

Tuesday, April 8, 2014

Do I Remember It?

I've wondered, "what's wrong with me, what did I do, what do I do?", nothing's wrong I said to myself. But why so hard to me to have my people. my people, people who I can trust the most, people who I can depend on, people who I can be myself without pretending and fake smile when I'm around them. Because the more I think and the more I want them, the more they disappoint me, and as time goes by, I trust a little less and a little less, and that's suck. If there's nothing I do wrong, then is it just who always act like that? Or am I just not good enough to deserve their loyalty, their time, their struggle? Astaghfirullah, may Allah give His patience for me. While I gave them my time and my trust, they let me down. Remember it as life lessons, that people come and go, that you're not supposed trust to everybody because clearly they don't deserve it. And remember that what goes around comes around. That they will not get as good as I get. Just do good deeds, no matter what people do or think, because Allah always sees and hears and remembers...

Wednesday, January 1, 2014

some thoughts, offense taken.

it's been a while I'm away from blogger, and this is the very first post in 2014, hope this year ahead is gonna be nice for all of us! :)
and I'm here to write something that already in mind for a while. about how people behave, about what people talk, about what people write. remember all those time back a year, nothing's good when I'm back there. but nowadays isn't getting better either. I mean, I don't regret anything, it just makes me think, what did I do wrong? what did we do wrong?
you know, when you're asked, what possibly situation that makes you happy the most, I'm gonna answer, when people have faith in me. but in a meantime, I'm thinking, I trust a little less, a little less, a little less, and that sucks. people aren't always as good as you think of them. it makes me sad. why people need to write anything they come in mind in their facebook wall, in their timeline, rather than talk face-to-face? are we bad enough till people don't want talk to us? no, it's not that. it's because they don't trust us anymore..

shut it, y'all, I even can tell what you wanna say from your eyes. those disgusts, shames, powerless, you blamed us, don't you? why don't just accept that we're not alike and we don't want to be like you?
and remember, you want us to change, why don't you change yourselves?

Tuesday, June 25, 2013

syukur tiada henti


subhanallah, Allah memang selalu memberikan yang terbaik untuk umat-Nya. kalimat hamdalah tidak cukup menggambarkan kebahagiaanku :''
then I presented this to my beloved mom and dad; because whom I have this chance. surely, for friends who always support me. thank you very much!

Sunday, May 12, 2013

memories

weekend ini, May 9th-12th 2013, kehitung cukup panjang buat anak kuliahan yang haus akan liburan kayak aku gini. dan karena aku bukan anak perantauan yang mengharuskan aku pulang ketika ada libur, akhirnya aku memutuskan buat reunian kilat sama temen-temen SMP SMA. jarang-jarang sih mereka langsung bisa kayak gini, biasanya kalo uda direncanain malah banyak yang mendadak nggak bisa. emang uda waktunya ketemu mungkin xixixi. pas ketemu ya biasa aja sih; makan, jalan, photobox, nggosip, ngenang masa lalu; tapi hal-hal kecil kayak gitu justru yang bikin reuni itu menyenangkan. selaluuuuu aja, kata-kata "kamu inget nggak dulu pas gini" "kamu inget nggak dulu si ini suka gitu" "kamu masih inget nggak kalo dulu si x pernah suka sama si y" dan blaa blaaa blaaaa :''

pas hari jumat, aku ketemuan nya sama si Yulitania Laksmita Zahra aka sap, ceritanya sih nge-date berdua gitu. asli ndadak sumpah. tapi mumpung lagi pada libur, yaudin kita langsung cus TP. cerita panjang lebaaaaar tentang dulu dan sekarang, gimana kehidupan kuliah telah banyak mengubah kami *poae*, window shopping, sok-sok nyobain sepatu di toko-toko padahal nggak ada yang mau beli haha :'D trus parahnya lagi, sok-sokan masuk ke zara liat-liat baju sepatu yang harganya selangit -,- *edisi lebay*. well, I had so much fun.. meeting again with the person who had been 3 years you spent with, the person who really know you. thanks sap, you're the best! <3 :''

Me and Sap <3



daaan besoknya, giliran aku meet up sama temen-temen SMP. tapi sedihnya, gak semua bisa dateng :( kalo kata lanni sih, kalo formasinya nggak lengkap gini bagai sayur tanpa garam huahaha. tapi ini nih yang paling bikin galau. temenku, lanni, bilang coba deh kamu baca-baca note facebook nya mbah (temenku yang lain) pas jaman-jaman dulu pas kita masih 'mudah' sumpah bikin ngakak. I originally had no intentions to really do that, but I ended up 'galau' because those notes :''''

 SAHABAT by Rita Ardianti

mereka yang selalu ada buat kita saat suka dan duka
mereka yang selalu tertawa bersama kita
mereka yang selalu menjadi tempat berbagi canda
mereka yang selalu menangis bersama kita
mereka yang selalu menerima kita apa adanya
mereka yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan kita
mereka yang selalu mendengarkan cerita dan keluh kesah kita
mereka yang selalu menolong kita ketika kita jatuh
mereka yang selalu memberi semangat kepada kita
mereka yang selalu memberi kekuatan kepada kita
mereka yang selalu membuat kita tersenyum
mereka yang selalu memaafkan kesalahan kita
mereka yang selalu menghapus amarah dendam dan benci kita
mereka yang selalu menghapus ketakutan kita
mereka yang selalu mengerti kita
mereka yang selalu menjaga dan melindungi kita
mereka yang selalu mewarnai hari hari kita
mereka yang selalu berharap yang terbaik untuk kita
mereka yang selalu berdoa untuk kita
mereka yang selalu bersama kita

sumpaaaaaaaaaaaaah kangen banget sama mereka :""" Lanni Agustin, Rita Ardianti, Puspita Kartika Wilis, Sherty Putri, Fi'la Nabilah Sani', Qurrotul 'Ayuni, SMP Negeri 1 Surabaya :"""""

I had no idea what will I'd be today without them being in my past. the more I remember those memories, the more I want to be there again. and the more I praise about how enjoyable my life was, the more I see my life today as nothing but "A Must"..

Tuesday, February 5, 2013

sederhana

Aku sedang sedih dan kecewa.
Dan aku membuat tulisan ini dengan bagian diriku yang melankolis dan sensitif yang sedang mengambil alih.

Aku tak tahu apa salah kami sehingga mereka begitu tidak menyukai kami. Kami memang pendatang, tapi bukan berarti kami tidak ingin belajar. Mereka selalu meminta kami untuk bisa nyaman berada disini, tapi mereka sendiri tidak pernah merasa nyaman dengan adanya kami. Mereka selalu berkata bahwa kami bisa percaya kepada mereka, tapi apa yang mereka katakan dan lakukan selalu berbeda. Mereka selalu berkata bahwa tempat ini adalah rumah baru kami, tapi bukankah rumah harusnya bisa begitu menyenangkan? Aku selalu berpikir positif, aku selalu ceria, aku selalu belajar mengerti apa yang coba mereka ajarkan. Aku memang sering mengeluh, tapi aku tidak pernah, satu kalipun, berpikir untuk menyerah. Tak pernah.

Daaaaan, satu per satu pertanyaanku terjawab. Tak perlu suatu jawaban verbal, hanya dengan melihat mereka, aku tahu. Yaaaahhhh, seandainya aku lebih cepat mengerti, aku mungkin tidak akan sesakit ini. Aku tidak pernah setakut ini. Berada di dunia yang baru dan begitu besarnya sampai membuat perutku bergejolak seolah-olah perutku naik hingga ke kerongkongan. Selama ini aku berpegangan pada mereka, namun seolah-olah mereka mematahkannya. Entah aku yang terlalu berpikir positif, atau mereka yang berpikiran sempit.

Setidaknya aku belajar. Belajar bagaimana suatu kepercayaan itu harus diraih dengan susah payah, namun begitu mudah untuk dirusak. Belajar bagaimana sebuah kepercayaan bisa dengan mudah dirusak hanya dengan satu baris kalimat. Aku bukan orang yang mudah memberi seseorang sebuah kepercayaan, namun ketika sudah kuberikan, percayalah, aku memberikannya dengan tulus. Dan ketika kepercayaan itu dirusak, maaf saja, aku tidak mudah memberikannya kembali. Jangan salahkan aku jika aku tidak percaya mereka lagi. Aku tahu aku memang orang yang keras kepala dan susah untuk dimengerti, namun yang kuinginkan sederhana. Jika kami salah, tegur kami dan ajarkan bagaimana melakukan yang benar. Jika kami takut, rangkul dan tenangkan kami. Jika kami marah, tetaplah disana dan jangan tinggalkan kami sendiri. Jika kami lelah, biarkan kami bersandar dan jangan pergi untuk menghindar. Sederhana bukan? :"

Friday, February 1, 2013

Dear soul sister


Dear soul sister, how are you today?
can you see the sun's shining for you today? can you feel the wind bring my love for you? can you see the stars' sparkling tonight, just like you. can you hear the birds singing as beautiful as your voice.

I know your weak shoulders can't bear the heavy of the world. I know your small body can't stand the pressure of the people any longer. I know your little fingers always mean for your best. I know your heart-broken can't be fixed anymore, I know. I know because I can see your pain beyond your smile. I know because I can feel your disappointment in your sight. I just know, because you're my dear soul sister...

you must have asked to yourself, why all these bad things happened to you. neither of us don't know the answer. and all these years you have been through, have proved me how strong you are. you're in pain without the world knowing. you've lost...

I wrote this as my missing of you has touched the limit, even if it's limitless. I miss you. so much. I want you here, with me. how painful they are, share with me, here. just like we shared all those clothes, books, foods, rooms, when we were back kids. when we were both happy without needing of understand what world's thinking.

I want you here seeing me growing up as a strong woman. I want you here, smiling, when I turn my back and need some supports. I need you here to accompany me, going to some new places. I want you here being the first person I can tell story to. but if you're needing some places to do some navigating, I'll be here patiently waiting. you know you always have me, my dear soul sister...


Tuesday, December 25, 2012

menurut saya.


Menyatukan 177 cara berpikir memang tidaklah mudah. Kami datang dari background kehidupan yang berbeda-beda. Jadi bukan hal yang aneh ketika terjadi perbedaan pendapat ketika menghadapi sebuah masalah atau ketika diberi sebuah tugas. Yang menjadi masalah bukanlah perbedaan-perbedaan di antara kami, karena menurut saya, perbedaan itu adalah hal yang wajar. Namun ketika saya menjadi penanggungjawab sebuah acara, saya merasa bahwa perbedaan-perbedaan itu bisa merusak kami kapanpun. Setiap orang ingin berbicara. Setiap orang ingin berada di depan. Semua orang ingin terlihat. Namun hanya segelintir yang benar-benar melakukan apa yang mereka ucapkan. Ketika si juru bicara salah karena dianggap terlalu aktif dan ketika si pendiam tetap merasa aman di posisi mereka tanpa menyuarakan apa yang mereka inginkan. Saya kecewa. Seolah-olah saya sendiri di sebuah tempat yang sangat ramai. Dan menurut saya, ini bukan pertama kalinya mereka melakukannya. Menurut saya, sudah terlalu banyak ide-ide yang dikemukakan namun berakhir dengan omongan belaka.
Saya sering mendapati diri saya menangis akhir-akhir ini. Saya bertanya pada diri saya, sebenarnya apa ada yang salah dengan diri saya? Menurut saya ini situasi yang sangat sulit bagi kami semua. Menurut saya, mengapa ini semua terjadi adalah karena kurangnya rasa percaya di antara kami semua. Meskipun ketika bertemu biasa saja, bertegur sapa dan tersenyum, namun ketika mereka menulis, semua menjadi jelas. Banyak yang membicarakan satu sama lain. Banyak yang mengeluh tentang yang lain. Tidak salah sebenarnya, karena kami juga kurang tersedianya tempat untuk mengutarakan pendapat. Dan ada ketika pendapat sudah diutarakan, pendapat-pendapat tersebut cenderung tidak didengarkan dan dibiarkan saja. Mungkin itu yang membuat teman-teman jadi malas berpendapat lagi.
Dengan adanya masalah-masalah mendasar seperti itu, tentu saja jalannya acara ini menjadi terganggu. Di tambah lagi dengan adanya acara-acara lain yang membuat kami tidak fokus pada acara ini dan tidak maksimal ketika mengeksekusinya. Ada saja yang kurang, ada saja yang belum dipersiapkan. Dan hasilnya, acara ini mengecewakan banyak orang, terutama teman-teman yang menyempatkan waktunya untuk datang. Dan saya, sebagai penanggungjawab, merasa sangat kecewa pada diri saya sendiri. Saya cukup memiliki waktu namun saya tidak menggunakannya dengan bijaksana untuk mempersiapkan acara ini.
Seiring dengan selesainya acara yang saya bawahi, saya berpikir bahwa masalah ini telah selesai. Saya tidak perlu menghadapi orang-orang itu dalam keadaan di bawah tekanan. Saya tidak perlu menaikkan tekanan darah saya ketika saya berbicara atau meminta bantuan mereka. Namun seperti biasa, semua tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Hingga saat ini pun, saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Karena menurut saya, ini bukan masalah saya pribadi yang tidak perlu menyeret orang lain di dalamnya, namun ini adalah masalah kami, dan kamilah yang harus menyelesaikan nya.
Menurut saya, kunci penyelesaian masalah ini adalah mulai merubah diri sendiri dan beradapatasi untuk orang lain. Belajar percaya orang lain, belajar mengerti sudut pandang dan cara berpikir mereka, belajar mendengarkan, belajar bertanggungjawab atas apa yang kita janjikan, dan belajar berkomitmen. Dimulai dari satu orang, dimulai dari diri saya, untuk berubah dan menjadi lebih baik. Mungkin tidak dapat langsung menyelesaikan masalah ini, namun bisa mengubah diri saya menjadi pribadi yang dewasa dan lebih bijaksana dalam menanggapi suatu masalah. Dan ketika 176 orang yang lainnya memutuskan hal yang sama, tak ada hal yang tak bisa kita lakukan.
  
"Friend is someone you can trust and admits you whatever you are" 

Tuesday, November 6, 2012

heartbroken, eh?

well, I'm having the toughest day in my life. kind of, trouble-is-a-friend thing. I screwed up my college, sucks at love, worst at making friends, and hurt so many heart :'''

feels I had headache everyday; my eyes are getting warm, try not to cry; my ears has tired and been sick with their words; my body feels not mine; and my heart break...



Tuesday, October 23, 2012

those red shoes

...I still can feel the sun burn my skin. my head was spinning up and my feet couldn't stand anymore. and all I can see was those red shoes. so eye-catching. so bright. so tragic.. as red as our cried-eyes! well, sound their crowds didn't fit at all, and I can't even think!

has been a while since the last time I got trapped in this kind of situation. in the situation that push you badly so you can defeat and push back. in the situation that you're the worst all they got so you can prove them you're worth to be seen. in the situation that you're in the darkest side of room so you can look for the lights. in the situation that your coming isn't wanted so you have to try to please them. in the situation that even you close your eyes you still can see their bad judges..

and those red shoes woke me up.

there is no light, where is no dark.
there is no a solve, where is no a problem.
there is no water, where is no desert.
there is no hope, where there is no heart-broken.
there is no tears, where there is no laugh.
there is no achievement, where there is no effort.
there is no sleep, where there is no tired.

and those red shoes woke me up, again.

my big-round eyes see outside the window, the wind kisses me on my cheeks. "Don't be scared", it said. "You'll be better. even be more mature." and I close my eyes, think I could ask, "How come? I think I've touched my limit." "You know exactly your limit, but do you know there is more beyond that?" "What's beyond that?" "Your dreams that you still hold on to. Your little steps that brings you so far. Your hope that wants more and more. and your heart that still believes that you can through...."

Even if your hands are shaking and your faith is broken. Even as the eyes are closing. Do it with a heart wide open, why? Say what you need to say-Say by Boyce Avenue

Wednesday, October 17, 2012

kind of high-school-sick..

well, one of my friends asked me to write about our high-school-life that I think, it's a good idea because as a freshman we always miss highschool, rgiht?

caf3ine. super class. super classmates. super circumstances. super life.
tiga tahun barengan satu kelas sama orang yang itu-itu aja bikin kita bertiga-puluh-satu deketnya luar dalem. gak tau bisa survive apa enggak kalo nggak ada mereka. highschool itu masa yang penting, fase menuju pendewasaan, katanya. dan alhamdulillah, aku diberi Allah temen-temen yang.. subhanallah :'' mereka bener-bener membantu biar jadi lebih dewasa. thanks guys :*

caf3ine❤❤

cicil yang kerenzz abiezz. manda yang polos dan sering dibuli. gopar yang aneh dan nyegeki. bani yang paling tua tapi yang paling kayak anak kecil. koh si ketua kelas yang cian. babeh yang suka mesoan dan ngantukan. ais si pemain bass berambut jabrik. supet si jorok tapi paling care. bunder si bunder yang sering dibuli. bob si ganteng yang aneh dan suka kambing. mahes yang paling muda tapi dewasa bets. tuban si ndewo dari tuban. iim si ganteng yang kolengan. iqbal si arab yang sarkastis. didin si bolang yang care banget. mitha si mami chibi. tom si pemancing amarah. indot anak gaul belgia. pet si baik hati. mbakenok yang semakin wise. ray si temen ngomongin film. mbok yang cerewet tapi buaiik banget. sela yang dengan sabar ngajarin kita fisika. nyu si prinses nya caf3ine. uun si kembaranku. vidy yang pinter ngedit ppt. kolel yang ndewo futsal. sap soulmate paling ku sayang. alleb si pipi bayi. prins si prins nya caf3ine.



 


  

Monday, October 15, 2012

places I wanna go...

well, semua orang pasti punya tempat-tempat yang ingin dia kunjungi dengan alasan yang berbeda-beda. kali ini aku mau share tempat-tempat yang aku pingin kunjungi, check it out~

1. Makkah
    first of all, it's Makkah! sebagai seorang muslim, kita wajib melaksanakan salah satu rukun islam kita yaitu naik haji bila mampu. selain itu, menurutku Makkah itu salah satu saksi bisu perkembangan Islam mulai dari jaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini. tentu saja, akan sesuatu banget kalo bisa kesana :''
semoga aja ini jadi awal niatku untuk pergi kesana, insya Allah...

2. Paris
    the second one is Paris! I've been in love with this city because of its beauty. I mean, who doesn't want to go there? kota cantik yang menjadi salah satu kota terbesar di dunia, kiblat dunia fashion, kota cinta yang romantis (katanya), kota dimana banyak terlahir ide-ide brilian dari orang-orang yang mau berusaha dan pantang menyerah. menurutku, Paris itu kota yang melambangkan kreatifitas dan passion. can''t wait to be there, soon :)

3. London
    why London? mungkin karena aku suka premier league, Sherlock Holmes, one direction, English  and its culture :D dan London itu kayak punya seribu tempat yang have to visit deh. gedung-gedung modern yang artistik bikin London jadi salah satu icon kota terindah di dunia.


4. New York
    kalo kata lirik lagu sih, New York, concrete jungle where dreams are made of. semacam tempat dimana semua orang bisa berkreasi dan mewujudkan mimpinya. tempat dimana segala sesuatu bisa terjadi gitudeh. can't wait for Empire State building nya, 5th ave nya, Liberty Island nya, Manhattan nya, Central Park nya, pokoknya semua tempat di New York<3

5. Hagia Sophia, Turkey
    Hagia Sophia adalah salah satu tempat bersejarah yang ada di Istanbul, Turkey. Hagia Sophia juga dikenal sebagai Aya Sophia. Dulunya adalah gereja Byzantine yang kemudian diubah fungsinya sebagai masjid pada pemerintahan Ottoman, kemudian sekarang diubah menjadi museum yang kecantikannya terbuka untuk umum. its beautiful interior architecture and its great historical stories will make Hagia Sophia's added to my places-I-wanna-go list xixixi