Friday, June 13, 2014

Kau berada.

Kehidupan kuliah hanya sepenggal cerita dari kehidupan, bak bumi di alam semesta bak sel di sebuah tubuh, kecil namun sangat berarti. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak menentukan jalan yang akan diambil di sebuah persimpangan. Bukan hanya satu atau dua persimpangan, namun tak terhingga. Terlalu banyak pelajaran yang bisa didapat, sehingga kadang terlewatkan yang mana adalah pelajaran yang sangat penting. Keberadaan dirimu dalam kehidupan perkuliahan bak memilih buah berkulit tebal yang tak tahu bagaimana keadaan dalamnya. Namun jika kita tidak menentukan pilihan, kita tak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya. Kemudian semakin lama semakin banyak yang menghampirimu, untuk menanyakan keberadaanmu. Lalu kita harus jawab apa? Memangnya dimana aku berada? Sudah cukup waktu yang dihabiskan untuk menimba berbagai ilmu, sudah cukup banyak kelas yang diikuti, namun tetap saja tak cukup untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Solusinya adalah dengan mudahnya meyakinkan diri bahwa nanti pertanyaan itu akan terjawab sendiri. Tapi apakah benar nanti akan terjawab? Tidak tahulah, liat nanti saja.
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu yang memisahkan diri kita sekarang dengan jawaban yang masih tak tentu dimensi ruang dan waktunya? Memberikan kontribusi saja. Karena kata mereka kontribusi bisa memberikan petunjuk dimana jawabanmu berada. Lalu apakah melakukan kontribusi tapi masih saja dicaci maki tetap bisa mendapatkan jawaban? Bukannya kontribusi itu tidak penting, namun apakah hatimu bahagia karena kontribusi? Mungkin.
Setelah lama menyelam, tentu kau akan tahu nama-nama ikan di laut. Setelah lama kau berada di suatu lingkungan, kau akan tahu budaya yang hidup di dalamnya. Dan kau kemudian tahu. Maka diputuskanlah sebuah jawaban dalam bentuk keinginan. Dan kau tentu akan berusaha sekeras baja penghacur bangunan-bangunan kokoh, menghiraukan kawan, membunuh waktu, meneteskan keringat, meninggalkan jejak, merasakan duri, namun tak terpikir sepersekian detik pun untuk kau memutuskan berhenti. Hanya untuk mencari jawaban, "memangnya dimana kau berada?".
Sebaik dan semulia apapun niatmu, kau tetap tidak pernah berhenti. Namun kau tak pernah mengerti, bahwa jawaban yang kau cari bukanlah jawaban yang ingin kau ketahui. Karena seberat apapun usaha yang kau lakukan, lebih banyak dari mereka yang melakukannya dengan lebih baik. Atau karena memang sudah menjadi yang paling baik..
Lalu kau sadar, jawaban yang kau cari tidak sesuai dengan yang kau inginkan. Lalu kau berada dimana sekarang?